Selamat menyambut Hari Kemerdekaan yang ke 48. Semoga ini menjadi titik permulaan kita memerdekaan diri dari kehambaan terhadap benda-benda yang mengarut.

//Pagi yang damai di Ampang Elevated Highway, kira-kira 7.10 pagi begitulah.
Kedamaian yang kita kecapi pada hari ini, adalah dengan usaha keras para ulama' dan pejuang kemerdekaan... tapi... lihatlah realiti hari ini sepertimana dalam foto-foto di bawah.

//Ramai sungguh... fuh!
Dari kita duduk menunggu, merendek dan membuang masa, lebih baik kita pergilah ke masjid (kalau bukan muslim, rujuklah rumah ibadat anda, rasanya ada aktiviti, tak begitu?). Ada lah juga faedahnya. Kalaulah ditulis 10 kebaikan duduk melepak di taman KLCC dan 10 kebaikan berada di Munajat Merdeka anjuran Masjid As-Syakirin KLCC, rasanya yang pertama macam tiada langsung. Eh ada agaknya - merapatkan ukhwah silaturrahim. Yeah right.
Oh well... selalu sangat merasakan merdeka merdeka adalah retorik kosong semata-mata. Hakikatnya, kita masih dijajah - walaupun kita tahu, atau lebih malang lagi, langsung tak tahu.
Sedutan Munajat Merdeka... tak boleh lama ini, ada hal sebentar.

//Ust Masrini dari Perkid, Azmil Mustafa (dulu Ali Setan, sekarang Ali Malaikat agaknya) dan Rashid Tee Abdullah dari UIA

//Azmil Mustafa aka Ali Setan suatu ketika dahulu...
Pembetulan : Sepatutnya Azmil Mustafa, bukannya Azmil Yusof.
Wallahu'alam.
No comments:
Post a Comment